Bagaimana kabar hati kita hari ini? Apakah dia baik-baik saja di dalam sana? Aku disini meratapi kisah yang akan kuputar ulang. Dahulu aku adalah seorang gadis kecil yang tinggal di kota tua – Pekanbaru. Perlu kalian tau bahwa aku dilahirkan di Pekanbaru, pada tahun 1999. Apakah kita seumuran?
Ini berawal dari kepindahanku ke negeri junjungan – Bengkalis. Aku pindah bukan seperti dugaan kalian. Pada bulan april 2011 saat itu aku masih sekolah dasar (SD) kelas 6. Kejadian itu berlangsung sangat cepat. Pada tanggal 26 April ayahku masuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Pekanbaru. setelah seminggu tiada perubahan, keluarga berinisiatif membawa ayah ke rumah sakit malaka di Malaysia. Saat itu aku terlalu banyak mengikuti ujian-ujian dari try out, uas dan lainnya, sehingga aku gak bisa ikut menemaninya. Urusan paspor pun selesai, mereka berangkat 1 hari sebelum hari ulangtahun ku. Itu sangat menyedihkan bagiku. Aku tinggal di rumah bersama kakak yang bekerja di rumahku namanya kak Rosi. Singkat cerita setelah seminggu ayah di malaka, dokter tidak menemukan penyakit di tubuh ayah. Dan akhirnya ayah dan wak pun pulang ke Bengkalis. Ujian Nasional yang kujalani terasa mengerikan dikarenakan waktu berjalan sangat lambat dan tiada orang yang kusayang disisi. Aku ingin segera menyusul mereka. Dan akhirnya pada tanggal 12 Mei setelah UN mata pelajaran IPA aku berangkat ke Bengkalis bersama uwo (mamak ayah) dan kak Rosi tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan teman-temanku. Itu hal yang kusesalkan sampai saat ini. Tapi aku bisa apa? Manusia bisa berencana namun Allah yang menentukan. Allahu Robbii. Dan ternyata hari itu adalah hari terakhirku berjumpa dengan teman-temanku sampai saat ini. Sudah 9 tahun lebih. Tapi aku menyadari sesuatu hal, mungkin ada kemungkinan Allah menyuruhku untuk kembali kesana suatu saat nanti, agar aku bisa berjumpa dengan teman-temanku.
Setibanya di Bengkalis aku yang belum mengerti banyak hal, hanya bermain bermain dan bermain. Aku tidak menemani ayah. Sungguh rasa sesal yang tiba setelah hari itu. Ayah dipanggil yang kuasa pada bulan Mei 2011, aku tidak menyangka bahwa ayah akan pergi secepat itu. Semoga ayah berada di surga-Nya Allah, ditempatkan bersama-sama orang yang beriman. Aaamiiinn.... hari pun berlalu, aku dihadapkan oleh pilihan. Ya, aku ditanyai apakah mau pindah ke Bengkalis atau di Pekan? Entah kenapa naluri ku berkata aku ingin di Bengkalis saja. Dan disinilah aku sekarang – di Bengkalis. Awal mulanya aku dikasi pilihan lagi mengenai sekolah, karena pada saat itu aku sudah tamat SD, SMPN 1 dan MTs menjadi pilihan, lagi lagi aku memilih naluri yakni MTs. Banyak yang terjadi selama aku di kota kecil ini. Seandainya kuceritakan kurasa kalian akan bosan dengan kisahku disana. Aku tidak memiliki kenalan sama sekali di sekolah ini. Hanya abang sepupu lah yang kukenal. itupun aku gak dekat dengannya, namanya Fahmi, saat itu ia sudah berada di kelas IX ya setara dengan kelas 3. Dan aku baru kelas VII yakni kelas 1. Kami berada ditingkatan yang berbeda bukan?
Dan tidak kusangka aku bisa melewati hari-hari penuh kenangan selama di MTs waktu itu. Namun baru kusadari aku tidak memiliki teman yang benar-benar teman. Tiba saatnya aku memasuki MA. Entah karena apa pilihanku jatuh di MA. Mungkin karena sesuatu hal yang tidak bisa kusebut disini. Ini kisahku. Hanya namaku saja yang tidak nyata. Aku ragu jika harus memasukkan namaku di kisah ini. Karena nanti kalian akan berpikir keras, dan itu pasti menyakitkan kepala kalian. Ingat, jangan membuang energi kalian untuk memikirkan hal yang tidak penting! RUGI! Kecuali kalian memiliki tingkat kepo yang sudah akut, ya silahkan saja .
Banyak hal yang terjadi di MA. Persahabatan yang kualami. Jalan yang kulewati. Kisah yang terjadi. Tiada yang tahu akhirnya akan seperti apa. Tenang, bersyukurlah! Maka akan Allah tambah.
Cerita ini pastinya bersambung :), setiap kita mempunyai alur cerita masing2 :), jalani dan nikmatilah ceritamu, tapi ingat : Jangan terlalu terlena :), Sang Kuasa menciptakanmu bukan untuk sekedar menunggu, namun ada yang lebih dari itu, bagaimana kamu menjemputnya dan meraihnya. Sang Kuasa menciptakanmu bukan untuk berserah diri dan berpangku tangan, namun bagaimana kamu berjuang dan berusaha, berdoa dan berikhtiar.
Salam Kenal dariku untuk semuanya, SFA. -SNH-
