By : Shofia Nurul Hidayah
Kau... bagai matahari dengan sinarnya
Kau... bagai emas dengan kilauannya
Kau... bagai air dengan kejernihannya
Semua ada padamu wahai sang pemuda
Namun... khayalan dapat membutakan matamu dari dunia
Kau mampu menandingi bintang di angkasa
Kau mampu mengepakkan sayapmu ke udara
Namun seruan bermakna mulai kau abaikan
Titik keacuhanmu mulai dipertanyakan
Apakah kau masih mampu mengalahkan?
Mengendalikan diri dari emosi yang menerkam
Kau... adalah sang pemuda
Negara membutuhkan tangan-tanganmu
Tetap fokus pada masa emasmu
Kini abdikan jiwa dan raga pada tanah airmu
Harapanmu masih seluas langit biru
Namun... bila ia berubah menjadi kelabu
Sebuah semangat akan menyatukan gerak langkahmu
Mendorongmu jauh dari tempat pijakanmu
Menyerahmu hanya akan mendapat malu
Majulah demi bangsamu
Rasa takutmu seperti singa dan harimau
Lawan mereka dengan busur panahmu
Yang akan siap melawan rasa takutmu
Demi negara yang menjadi impian di matamu
Kau... bagai matahari dengan sinarnya
Kau... bagai emas dengan kilauannya
Kau... bagai air dengan kejernihannya
Semua ada padamu wahai sang pemuda
Namun... khayalan dapat membutakan matamu dari dunia
Kau mampu menandingi bintang di angkasa
Kau mampu mengepakkan sayapmu ke udara
Namun seruan bermakna mulai kau abaikan
Titik keacuhanmu mulai dipertanyakan
Apakah kau masih mampu mengalahkan?
Mengendalikan diri dari emosi yang menerkam
Kau... adalah sang pemuda
Negara membutuhkan tangan-tanganmu
Tetap fokus pada masa emasmu
Kini abdikan jiwa dan raga pada tanah airmu
Harapanmu masih seluas langit biru
Namun... bila ia berubah menjadi kelabu
Sebuah semangat akan menyatukan gerak langkahmu
Mendorongmu jauh dari tempat pijakanmu
Menyerahmu hanya akan mendapat malu
Majulah demi bangsamu
Rasa takutmu seperti singa dan harimau
Lawan mereka dengan busur panahmu
Yang akan siap melawan rasa takutmu
Demi negara yang menjadi impian di matamu
