A.Latar Belakang
Indonesia memiliki berbagai macam adat istiadat, tradisi, kesenian,
dan lain sebagainya. Salah satunya di provinsi Riau tepat di kabupaten
Bengkalis, yakni Desa wonosari yang merupakan salah satu desa yang terdapat di
kecamatan Bengkalis. Desa wonosari ini memiliki tradisi – tradisi yang masih
dipertahankan dan dilestarikan, dan dikembangkan agar tradisi – tradisi yang
ada sejak dahulu, tidak pudar dan semakin hilang. Salah satunya ialah Tradisi Baraan
Desa Wonosari yang tidak bisa dipungkiri setiap lebaran menjelang. Tradisi ini
telah ada sejak lama, sejak nenek moyang terdahulu. Dengan adanya baraan,
lebaran menjadi lebih meriah dan bersuka cita. Baraan ini tidak memandang tua
ataupun muda, besar ataupun kecil, karena menyama ratakan semuanya. Disinilah
semua keakraban terjalin dengan indahnya.
B.
Pembahasan
Baraan ialah acara naik dari rumah ke rumah saat lebaran ( hari
raya idul fitri ) dalam rangka mempererat silaturrahmi, menjaga kemurnian
tradisi yang telah ada sejak dahulu. Baraan di desa Wonosari ini terjadi dari
hari pertama lebaran sampai hari ke empat lebaran. Satu hari kira-kira 70 rumah
yang akan didatangi. Selain untuk mempererat silaturrahmi dan menjaga kemurnian
tradisi, tujuan yang lain ialah sang tuan rumah memohon maaf atas segala
kesilapan dan kesalahan yang terjadi selama tahun ke tahun.
Acara dimulai setelah selesai sholat ‘id fitri. Yang memulai naik
ke rumah pertama ialah kaum laki-laki, terlebih dahulu pemuka masyarakat yakni
bapak-bapak, baru anak-anak laki-laki, dan kemudian dengan ibu-ibu dan
anak-anak perempuan. Saat naik dari ke rumah, agenda awalnya ialah pembacaan
tahlil dan do’a dan kata sambutan dari tuan rumah untuk meminta maaf. Makanan
pun sudah dihidang, setelah selesai do’a dan kata sambutan dari tuan rumah,
barulah dipersilakan memakan jamuan yang telah dihidang. Disaat seperti ini, keluarga yang jauh akan
membantu, dan lain sebagainya. Karena adanya acara baraan ini, para perantau
yang berasal dari desa Wonosari, menyempatkan mudik ke desa atau kampung
halamannya yang ada di desa Wonosari Bengkalis. Acara ini dilakukan dari pagi sekitaran jam 8.30 sampai sore
menjelang maghrib.
C.
Penutup
Setiap tradisi mempunyai keunikan dan memiliki cara tersendiri
untuk menjadikan terjalinnya silaturrahmi, ukhuwah islamiyah, dan lebih
mendekatkan diri pada yang maha kuasa dengan salam-salaman yang terjadi antara
tuan rumah dan para tetangga. Sama halnya dengan tradisi baraan desa wonosari,
memiliki ciri khas yang sudah menjadi kebiasaan berulang setiap datangnya bulan
syawal yakni hari raya idul fitri. Hal ini menumbuhkan betapa pentingnya
meminta maaf satu dengan yang lain tanpa rasa gengsi dan malu.