Kebakaran
hutan akibat kelalaian manusia di beberapa kota besar di Indonesia termasuk masalah
yang panjang. Pembakaran hutan yang disengaja itu menyebabkan bencana kabut
asap yang melanda Indonesia. Ribuan kubik kabut asap kini telah menyelimuti
beberapa kota besar seperti Jambi, Riau, Palembang, dan sebagian kota di Pulau
Kalimantan. Bahkan, kini kabut asap tersebut telah menyebrang ke negeri
tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
1. Ternyata kabut asap lebih berbahaya dibanding asap rokok, kenapa?
Kabut asap yang memenuhi udara
itu sudah melewati ambang batas normal bahkan sudah membuat udara menjadi
sangat beracun. Kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan lebih
berbahaya dibandingkan dengan asap rokok. Hal ini terjadi karena kabut asap mengandung
seratus kali zat karsinogenik(zat penyebab kanker) yang berbahaya. Zat – zat
tersebut seperti karbon dioksida, dan metana bisa menyebabkan berbagai macam
penyakit mematikan bagi manusia.
2. Dampak kerugian dari adanya kabut asap
Bencana kabut asap ini telah menimbulkan
kerugian yang amat sangat dahsyat di masyarakat. Setidaknya ada tiga dampak
negatif yang disebabkan oleh kabut asap hasil dari pembakaran hutan ini,
diantaranya adalah :
Merusak lingkungan
Kabut asap mengandung partikel
– partikel yang sangat halus dan mudah terbawa oleh angin. Partikel – partikel
tersebut akan menempel pada pepohonan dan dedaunan sehingga menyebabkan
kerusakan fauna.
Mengganggu kesehatan manusia
Akibat
dari adanya kabut asap yaitu mengganggu kesehatan manusia. Selain menghasilkan partikel – partikel yang sangat
halus, kabut asap juga memproduksi partikel – partikel yang berukuran sedang.
Partikel tersebut akan melayang – layang di udara sehingga terhirup oleh
manusia. Zat – zat karsionogenik tersebut menyebabkan berbagai macam penyakit,
diantaranya adalah iritasi pada mata, bronchitis dan ISPA.
Saat
ini rumah sakit di daerah - daerah yang dilanda kabut asap, khususnya Riau,
dipenuhi oleh pasien – pasien penderita ISPA(penyakit infeksi saluran
pernafasan akut). Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri yang terbawa
oleh asap sehingga secara langsung terhirup oleh manusia. Akibatnya, pasien
penderita mengalami kesulitan dalam bernafas bahkan bisa membawa mereka kepada
kematian.
Dampak
terhadap kesehatan manusia diantaranya :
- Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
- Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
- Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
- Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
- Infeksi
saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena
ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab
penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
Melemahkan ekonomi.
Dari
jumlah wilayah yang terkena kabut asap serta tingkat keparahan kabut asap yang
terjadi tahun ini mengalami jumlah kerugian lebih besar, lebih dari rp20
triliun (wartawan BBCIndonesia). Mengapa
dampak terakhir yang ditimbulkan oleh kabut asap ini adalah melemahnya
perekonomian? Hal ini dikarenakan partikel – partikel asap hasil dari kebakaran
hutan dan lahan tidak mampu terhembus oleh udara yang bertiup normal karena
mengandung zat yang cukup berat. Akibatnya, ruang udara menjadi tertutupi
sehingga membatasi jarak pandang manusia. Saat ini jarak padang yang bisa
dilihat oleh manusia hanya mencapai 5 meter saja. Hal ini mengganggu aktifitas
lalu lintas baik darat, laut, maupun udara sehingga segala hal yang menyangkut
perekonomian menjadi terhenti.
Menurut
seorang ahli dari BMKG, partikel asap dapat terbang tinggi hingga mencapai awan
hujan dan mengendap di dalamnya. Akibatnya, partikel tersebut akan mencemari
hujan yang dihasilkan oleh awan tersebut. Disamping itu, awan yang telah
tercemari tersebut akan menimbulkan hujan asam yang sangat berbahaya bagi
kelangsungan makhluk hidup.
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di
atas, dapat disimpulkan bahwa pembakaran hutan akibat ulah manusia menyebabkan
kabut asap yang sangat merugikan seperti merusak lingkungan, membahayakan
kesehatan, dan mematikan laju roda perekonomian. Maka dari itu, harus ada
tindakan nyata untuk menghentikan masalah ini agar negeri kita bisa terbebas
dari bencana kabut asap ini.
0 comments