Saat itu kau mendekati ragaku
Namun kurasa saat itu
Kehadiranmu mengusik jiwaku
Hingga aku tak pernah menganggapmu ada di duniaku
Air, api dan angin seakan berteriak menyorak ku
Mereka mengatakan aku bodoh
Bodoh karena telah mengabaikanmu
Namun aku bersyukur saat itu
Jika aku memperbolehkan kau masuk kedalam duniaku
Mungkin aku telah menghilang detik ini
Karena kau akan mencapai titik lelah menghadapiku
Mesin waktupun bergulir cepat tak bisa dihentikan
Kau menghilang dari duniaku
Aku melihat kenyataan dan aku sadar saat itu
Bahwa kau memang bukan untukku
Mesin waktu mengajakku berkelana
Kau datang kembali tak sesuai ekspektasi ku
Kusadari aku salah menilaimu
Kau memang diciptakan untuk hidupku
Untuk ada di duniaku
Kedua telapak tanganku rapatkan
Terimakasih kuucapkan padamu
Kau adalah pelangi yang tak kusangka
Yang hadir di kehidupanku
Mengetahui titik terlemahku
Kau adalah orang yang tak pernah terpikir dibenakku
Kau adalah sahabat terbaikku

0 comments