Hari itu rasanya
seakan tidak bisa kutahan lagi. Aku meringis, ada apa denganku? Hemm nanti
pasti baikan, begitulah seterusnya rasa itu aku abaikan, hahah. Sungguh terlalu
apa adanya. Tidak kusangka tiga bulan sudah berlalu. Aku kira ia akan pergi
dengan sendirinya – tanpa dipaksa yang artinya hanya perlu berdoa yang tentunya
juga diiringi dengan usaha sahaja. Tapi prediksi ini salah. Lagi-lagi aku
seperti meratapi keadaan, hei u! Jangan lemah dong pikirku! Aah tetap saja aku
menginginkan bahwa ia tidak ada.
Namanya juga
manusia, kebanyakan ngeluh! Ya itu aku. Aku yang harus tergantung pada sesuatu
yang sangat aku hindari. Dan siapa sangka aku sudah bersamanya selama 3 bulan.
Itu sesuatu yang sedikit sulit untuk kujabarkan. Bulan pertama dan kedua aku
sangat tidak teratur, bagaimana tidak?
Awal kudapatkan ia
itu siang, pindah ke malam, pindah ke pagi, pindah ke siang lagi, dan begitulah
seterusnya. Dan di bulan ke tiga ini aku berusaha teratur, yaaa jadi malam
untuk melepas semuanya aja gitu. Oh iya, aku sangat tidak menyukai tempat itu,
setiap aku kesitu – dahulu, aku bisa diam saja tidak bicara sepatah katapun.
Apabila ada orang yang ingin aku mendeskripsikan tempat itu, tentunya aku
menolak.
Apa yang kurasakan
awal mula aku mendapatkannya? Jangan tanya dong, sudah tentu aku berkata dalam
hati, “kenapa aku ya Allah? Kan banyak orang yang lebih-lebih dari aku!”,
setelah kupikir-pikir aku gimana sih, percayalah kamu bisa melewatinya, walau
harus ya begitulah.
Dan sekarang
keajaiban terjadi, aku sudah kesana rutin sebulan sekali! Banyak hal yang aku
pelajari disana, salah satunya
adalah “menjadi bahagia tanpa merasakan apa yang dirasa”. Kita manusia memang nggak
ada yang tahu perasaan orang, tapi aku bisa melihat raut wajah mereka, tidak
ada yang tegang, tidak ada takut, sungguh mereka bukan AKU! Aku melihat orang
yang menikmati alur yang diberikan oleh sang maha kuasa. Terimakasih kuucapkan
pada kalian, aku seperti melihat dunia baru. Mereka seperti mengatakan untuk
apa takut? Toh tidak ada juga yang mau bila dikasi, tapi yaa jalani dan nikmati
aja karena sang maha kuasa tidak akan memberikan melebihi batas kemampuan
hamba-Nya.
Aku juga belajar bahwa orang yang sabar belum tentu dia ikhlas, akan tetapi orang yang ikhlas tentunya adalah orang yang sabar. Ikhlas menjalani ketetapan-Nya, ikhlas menjalani skenario-Nya yang sangat luar biasa.
-Diary SNH-
0 comments